Depan arrow Berita arrow Listrik dari Limbah Tapioka
 
Home    Print    Bookmark
 
 
Depan
Pengantar Pengelola
Artikel
Berita
Energi Hij@u
Blue Print Energi
Kebijakan Energi
Perpustakaan Digital
Links
Hubungi Kami
Cari Informasi Disini
IMIDAP
July 2010
S M T W T F S
272829301 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Statistics
Pengunjung: 2636138
 
Bergabung dengan Mailing List Mikrohidro
Powered by groups.yahoo.com
 
Listrik dari Limbah Tapioka PDF Cetak E-mail
Diupload Oleh Yulita   
Monday, 01 October 2007
Berkat teknologi, dua pabrik tapioka di Lampung akan memenuhi kebutuhan energi listrik dari limbahnya sendiri. Proyek konversi energi ini tidak hanya akan akan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil tapi juga akan mengurangi gas rumah kaca. Berkat teknologi, dua pabrik tapioka di Lampung akan memenuhi kebutuhan energi listrik dari limbahnya sendiri. Proyek konversi energi ini tidak hanya akan akan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil tapi juga akan mengurangi gas rumah kaca.

Setiap tahunnya, teknologi pencerna anaerob (anaerob digester) yang dipasang di kedua pabrik milik PT Budi Acid Jaya Tbk.di Way Jepara dan Unit 6 itu akan mengolah seluruh limbah cair sehingga menghasilkan 4.500 ton gas metan. Selanjutnya gas metan akan digunakan untuk memberikan energi kepada generator tenaga gas yang menghasilkan listrik bagi kedua pabrik tersebut.

"Energi yang dihasilkan dari arus limbah cair ini akan memberikan daya listrik pada pabrik kami dan mengurangi ketergantungan kami pada bahan bakar fosil,” kata Presiden Direktur PT BAJ Santoso Winata. Ia mengatakan alat digester di samping mengurangi bau juga akan memberikan sumber energi terbarukan yang akan mengurangi biaya operasional pabrik secara keseluruhan.

Alat digester yang akan diregistrasi pada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) sebagai bagian Protokol Kyoto, adalah salah satu dari banyak proyek yang dikembangkan Cargill di Indonesia. Teknologi dalam proyek ini tidak hanya menyediakan energi dari sumber energi alternatif tapi juga akan menghasilkan kredit karbon yang dapat diperjualbelikan pada pasar iklim global.

Untuk dua proyek saja, diperkirakan akan mengurangi emisi yang setara dengan 950.000 ton karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer dalam periode10 tahun.

sumber:KCM/01/10/07
Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 20 November 2007 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
   Home  Print  @ Contact Top

Clearinghouse Energiterbarukan | Copyright 2007