|
energiterbarukan.net- Proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Upper Cisokan bakal mendapatkan komitmen pendanaan US$300 juta dari Bank Dunia (World Bank) "Komitmen pendanaan rencananya akan ditandatangani tahun ini,"ujar Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN (persero) Nasri Sebayang.
Nasri memaparkan, guna mewujudkan pembangunan proyek tersebut saat ini tengah dilakukan proses pembebasan lahan, sedangkan untuk tender Engineering, Procurement, Construction (EPC) baru bisa dilakukan awal 2011.
Dalam Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2010-2019 PLN disebutkan, PLTA Upper Cisokan memiliki kapasitas 4x250 MW dan dijadwalkan beroperasi pada 2014 mendatang dan masuk dalam proyek percepatan 10.000 MW tahap kedua. Dalam proyek percepatan tahap kedua tersebut, PLN berencana membangun 1024 MW PLTA dengan rincian di Sumatera 204 MW sementara di Jawa, Madura dan Bali 1000 MW. Dengan beroperasinya pembangkit ini maka akan mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat beban puncak di sistem pembangkitan Jawa Bali setelah selesainya program percepatan 10.000 MW.
PLTA Pumped Storage Upper Cisokan ini merupakan pembangkit listrik tenaga air pumped storage pertama dan terbesar di Indonesia bahkan di ASEAN. Pemerintah pada masa mendatang merencanakan pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berskala besar mencapai kapasitas 10.940 megawatt (MW) pada 2025.
Rencana pengembangan PLTA masuk dalam BluePrint Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, dalam Blueprint itu dipaparkan tahap awal pengembangan PLTA berskala besar dimulai pada 2007 dengan kapasitas 4200 MW, kemudian bertahap dinaikan kapasitasnya dimana tahun ini direncanakan 4380 MW, kemudian 2015 6069 MW, puncaknya pada 2050 kapasitas PLTA diharapkan bisa mencapai 10.940 MW. Sementara untuk PLTA berskala kecil pada 2007 lalu sudah dikembangkan dngan kapasitas 210 MW, sementara pada 2010 direncanakan 245 MW, 2015 417 MW, 2020 760 MW serta 2025 1425 MW.
ditulis oleh Awang Riyadi |