|
Memadukan Bangunan Hemat Energi dan Ramah Lingkungan |
|
Artikel -
Umum
|
|
Diupload Oleh Awang Riyadi
|
|
Thursday, 23 October 2008 |
|

Bentuk arsitektur bangunan (rumah, gedung) harus berempati, tanggap, dan memberikan solusi terhadap isu pemanasan global. Salah satunya adalah memadukan bangunan (rumah, gedung) yang hemat energi dan ramah lingkungan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghambat pemanasan buana, perubahan iklim secara ekstrem, dan degradasi kualitas lingkungan. Belum usai berbenah menata lingkungan, krisis ekonomi global kembali menggoyang sendi-sendi kehidupan kota dan kita, termasuk sektor properti. Krisis yang datang beruntun dan bertubi-tubi seharusnya sanggup menggugah kesadaran kita. |
|
Baca Lebih Lengkap...
|
|
|
Menteri ESDM Tanda Tangani Permen Mandatori BBN |
|
Berita -
Biofuel
|
|
Diupload Oleh Awang Riyadi
|
|
Friday, 26 September 2008 |
|
Jakarta - Akhirnya Permen Mandatori BBN ditandatangani oleh Menteri ESDM. Mandatori mulai diberlakukan pada Oktober 2008. Permen ini menjadi tonggak bersejarah bagi perjalanan pengembangan dan pemanfaatan BBN nasional. |
|
Baca Lebih Lengkap...
|
|
|
Efisiensi Sel Surya Capai 60 Persen |
|
Berita -
Matahari
|
|
Diupload Oleh Awang Riyadi
|
|
Tuesday, 23 September 2008 |
|

Bentuk sistem Johnson Thermoelectric Energy Coversion dan cara kerjanya. WASHINTON, Lonnie Johnson yang dikenal sebagai penemu pistol air mainan Super Soaker kembali mengejutkan dunia dengan mengembangkan teknologi pembangkit listrik bertenaga surya yang mampu menghasilkan efisiensi hingga 60 persen. Mengingat efisiensi pengubahan energi surya, baik cahaya maupun panas, menjadi listrik dengan sel surya yang ada di pasaran baru mencapai 30-40 persen, temuan ini dapat memangkas ongkos industri hingga setengahnya. |
|
Baca Lebih Lengkap...
|
|
|
Efisiensi Kompor Bioetanol Mencapai 54 Persen |
|
Berita -
Biofuel
|
|
Diupload Oleh Awang Riyadi
|
|
Thursday, 28 August 2008 |
|

Surabaya - Kompor bio-etanol terbukti lebih efisien ketimbang kompor kerosin. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITS. Dari data pengujian terhadap kompor, ditemukan bahwa efisiensi kompor bio-etanol sebesar 54 persen. Sementara kompor kerosin atau minyak tanah hanya 49 persen. |
|
Terakhir diperbaharui ( Friday, 29 August 2008 )
|
|
Baca Lebih Lengkap...
|
|
|